AKU, KELUARGAKU DAN BUKU

Beruntung aku terlahir di keluarga yang hobby membaca. Kakakku pun hobby mengkoleksi buku bacaan. Ibuku tak jarang membelikan aku buku bacaan baru ketika mendapatkan rejeki lebih. Begitu juga ketika ibu keluar kota, oleh-oleh yang paling aku nantikan adalah buku bacaan baru. Alhasil di rumah buku bacaanku menumpuk di mana-mana, Sebagian di kamar, sebagian di rak buku ruang keluarga, sebagian lagi di ruang bermain.

Paling sedih kalau ada teman yang datang dan melihat-lihat koleksi bukuku lalu membawa keluar rumah tanpa ijin dan tidak kembali ke tempatnya, Tak jarang ada teman yang lupa tidak mengembalikan buku. Sediiih banget. Apalagi kalau itu buku favorit...

Ada beberapa buku favorit keluarga yang disukai ibuku, kakakku juga suka... tapi bukunya raib entah kemana. Sudah lupa siapa yang terakhir pinjam dan belum mengembalikan. Entah sudah berapa puluh buku yang hilang tidak kembali. Kadang ibu marah-marah kalau tahu ada bukuku yang hilang. Ibu bisa ngomel panjang.... ga panjang banget sich, paling kalau diketik mungkin omelan ibu paling cuma 5 sampai 10 halaman A4 dengan jarak 1 spasi margin kanan kiri 20 mm. 

Mengapa ibu bisa ngomel panjang.... ???
Ternyata oh ternyata, buku yang hilang kadang sudah tidak terbit lagi. Jadi kalau mau membeli baru sudah tidak ada. Jadi terpaksa ibu mencari online dari lapak buku bekas dan harganya tentunya lebih mahal dari waktu beli baru dulu.



Salah satu serial koleksi ibu yang hilang adalah serial Si Drakula Cilik, yang dulu dijual dengan harga Rp.2.500 per buku. Karena sudah langka, dari lapak buku bekas dijual dengan harga Rp.35.000 per buku, itu yang paling murah. Lebih dari itu ada... ?  Ya ada tentunya....

Keluarga saya termasuk penggemar buku karangan Enid Blyton. Ibu bilang dulu punya koleksi lengkap serial Lima Sekawan. Namun sekarang satupun tak aku warisi, bukunya hilang entah kemana. Beruntung, serial Lima Sekawan tetap di cetak sampai sekarang. Sehingga aku dapat melengkapi kembali koleksi ibu yang hilang dengan buku baru dengan cover baru yang lebih menarik.


Buku menarik lainnya yang di sukai di keluarga kami adalah buku karangan Francess Hodgson Burnett. Kisahnya berisi banyak pelajaran hidup yang dapat kita petik. Sayang buku terjemahannya versi bahasa Indonesia sudah tidak cetak lagi, dan terpaksa beli dari lapak buku bekas juga. Tak apalah yang penting koleksi lama mulai kembali satu persatu-satu.


Terakhir, ibu membeli 3 buku lama karangan Francess Hodgson Burnett. Seperti pada foto di atas, baru dapat 3 judul : Lord Fauntleroy Cilik, Taman Rahasia dan Pangeran Yang Hilang. Masih ada beberapa judul yang belum kembali. Barangkali ada teman yang punya dan tidak di pakai lagi, bolehlah di hibahkan buat aku...



Sebenarnya buku karangan penulis satu ini dicetak ulang baru baru ini, sayangnya dalam versi bahasa Inggris. Ibuku membelikan satu buku yang berjudul The Secret Garden. Buat belajar bahasa Inggris kata ibu.... sayang bahasa Inggrisku masih sangat buruk, jadi bukunya sampai sekarang masih terlihat baru terus hehe.... Nah kalau yang ini dijamin tidak dipinjam teman-teman dech... hahaha...

JAJAL DOWNLOAD


Posting Komentar

1 Komentar